Ujungkasur #BOSAN

BOSAN



Ada kalanya dalam sebuah hubungan entah itu pacaran, menikah. Bosan datang melanda pada kedua pasangan ini. Kalau kita berfikir kembali,
"Apa sih yang menyebabkan suatu hubungan membosankan?"
Rasa bosan menghinggapi pasangan karena :

pertama, salah satu dari pasangan selalu melakukan kesalahan yang berulang-ulang. Akibatnya, salah satu pasangan atau keduanya merasa bosan karena keadaan yang berulang kali, masalahnya itulagi-itulagi. Hubungan ini serasa berjalan di tempat dan mengalami stagnasi. Sementara salah satu dari pasangan sangat tidak ingin masalah ini terulang kembali.
Kebiasaan manusia ialah mengulangi kesalahan yang sama. Karena manusia belajar dari pengulangan, ketika salah satu pasangan mengulangi kesalahan yang sama. Sudah kewajiban pasangannya memberitahukan tanpa mengintimidasi pasangan lainnya. Kedua pasangan saling belajar dan mengingatkan untuk meminimalisir pengulangan kesalahan yang sama.

Kedua, menanggung beban yang berat dan tidak pernah berhenti, yang disebabkan oleh aktivitas, kondisi ekonomi rumahtangga yang kurang mencukupi. Akibatnya, Fisik menjadi lelah dan pikiran jenuh. Akhirnya, tidak ada waktu lagi untuk sekedar bermanis-manis dan bercengkrama dengan pasangan. Dan, yang ada adalah ketegangan demi ketegangan, lama-kelamaan menimbulkan kebosanan dalam menghadapi permasalahan hidup.
Kebanyakan kasus diatas terjadi pada pria yang berkerja. Karena menanggung semua beban keluarga hingga ia lupa bahwa seorang istri juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengurusi keluarga. terlebih istri dan suami yang sama-sama berkerja. Untuk itu menyikapi peran suami dan istri sangat penting dalam mengurangi kebosanan.

Ketiga, idealisme dan harapan pasangan terlalu tinggi. Akibatnya, menimbulkan kekecewaan, jika ternyata pasangannya tidak mampu memenuhi harapan yang di dambakannya. Dengan kata lain, apa pun yang tidak seimbang akan berakhir pada kebosanan.
Idealisme penting dalam hidup agar bisa menjadi pedoman. Terlalu idealisme, sering sekali dikatakan egois "tidak mau mengalah","hanya mau didengarkan tanpa mendengarkan". Idealisme seperti itu menyebabkan salah satu pasangan menjadi mendominasi dalam suatu hubungan. baik, jika pasangannya menerima atau mengalah. Konflik, jika kedua-duanya ingin saling mendominasi. Biasanya sudah menjadi watak pria, "Aku Supirnya, Aku yang Pegang Kendali dan Aku yang Menentukan Tujuan kita Pergi". Kebanyakan wanita menjadi penumpang dan menaruh "Harapan kita satu tujuan". Wanita memiliki pandangan yang lebih luas ia tertarik untuk berhenti sejenak. Supir dengan cepat menginjak pedal gas, lewatlah "harapan" si wanita.
hingga sampai pemberhentian akhir ternyata halte yang ia ingin turuni masih jauh didepan dan Supir sudah terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan ini. Padahal jika Supir mau mendengarkan wanita untuk berhenti dan beristirahat mungkin kedua-duanya sampai pada tujuan yang sama.
akhirnya, dari ruang yang sudah kecewa melirik Supir lain dengan tujuan akhir yang sama.


Sumber : Sebagian diambil dari " Wanita-wanita selingkuh rumput tetangga lebih hijau " karya Amir Sjarifoedin hal.169

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author