Hidup Optimal dengan Skizofrenia

Hidup Optimal dengan Skizofrenia



Hidup Optimal dengan Skizofrenia adalah buku yang ditulis oleh Roberta temes Ph.D merupakan buku tentang panduan ketika mengalami dan memahami orang Skizofrenia. Skizofrenia merupakan istilah kedokteran atau bahasa akademis, secara umum kita menyebutnya gila.
Buku yang diterbitkan oleh BIP Bhuana Ilmu Populer, diterjemahkan oleh Tanto Hendy menerangkan tentang mengetahui secara dini ketika kita mengidap Skizofrenia, kita bisa ketahu dari gejala-gejala umum Skizofrenia seperti:

mengisolasi diri
mendengarkan suara-suara
pikiran yang kacau
komunikasi yang buruk
prilaku yang kacau
ciri-ciri lainnya
mulai delusi
halusinasi

Jika ada mengalami masalah diatas sebaiknya datang ke dokter psikiater terdekat. mengapa kedokter? bukan ke psikolog? karena Skizofrenia merupakan penyakit yang terjadi menyerang otak. para dokter akan mendiagnosa melalui DSM, zaman sudah canggih dokter juga mengecek melalui tes medik atau dengan bantuan alat-alat MRI, CT/CAT, PET.

Selanjutnya buku ini membahas tentang sejarah dari Skizofrenia hingga ke teori-teori modern. Skizofrenia merupakan penyakit yang menyerang otak. teori yang paling populer adalah Skizofrenia berasal dari keturunan, jadi kita bisa cek apakah dari keluarga ayah dan ibu. Skizofrenia merupakan masalah dari struktur otak untuk itu bisa memindainya melalui alat-alat canggih. Skizofrenia juga ada kesalahan pada neotronsmiter, ia bertugas untuk membawa pesan dari satu sel ke sel lainnya. karena pesanya berulang kali jadinya eror.

 obat-obatan modern membawa harapan baru pada seseorang yang mengalami Skizofrenia. namun, tidak selalu obat-obatan bisa diandalkan, lingkungan dan diri sendiri memberikan dukungan penting dalam kesembuhan seorang Skizofrenia. ditambah obat-obatan pasti membawa dampak efek samping bagi orang Skizofrenia.

dukungan keluarga merupakan hal yang penting dalam buku ini merujuk kepada sebuah TIM yang disebut TIM KOLABORATIF. isi tim terdiri dari keluarga yang mendukung Skizofrenia yang sudah keluar dari rumah sakit untuk membuat lingkungan baru yang lebih baik. selain itu ia meminta bantuan kepada dokter untuk konsultasi mengenaik obat-obatan dan penyakit Skizofrenia. tentu saja dalam TIM terdapat pemimpi bisa dari keluarga atau seorang bantuan ahli. apa sih yang dilakukan TIM ini selain membantu mensuport agar sembuh dan membangun lingkungan yang positif?
TIM ini berfungsi bagi seorang Skizofrenia mendapatkan nutrisi yang layat, obat-obatan yang cocok, membantu sedikit keuangan anda, memenuhi janji anda, membuat jadwal liburan dll.

setelah mendapatkan TIM yang baik buku ini menganjurkan penderita Skizofrenia untuk berkumpul dengan teman-teman mereka untuk mencurahkan isi hati mereka karena setiap orang normal tidak begitu faham dengan apa yang mereka rasakan selama ini. sosial suport semacam ini membantu agar orang Skizofrenia tetap mematuhi anjuran dokter serta mencari tahu sendiri resep yang terbaik untuk dirinya.

Seseorang Skizofrenia jangan merasa hidupnya menjadi sebuah beban, seorang Skizofrenia bisa berkerja setidaknya mandiri dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. sangat disarankan seorang Skizofrenia menghindari kesendirian, untuk itu keluarga harus menciptakan lingkungan sosial yang kondusuf agar mempertahankan kesehatan mental optimalnya.

masa tersulit ialah menghadapi stigma dari masyarakat, ketika anda keluar dari klinik psikiatri tetangga yang mengetahui anda seakan-akan menganggap anda memiliki masalah jiwa bahkan gila. stigma masyarakat yang kurang mengetahui informasi bahkan malas membaca membuat lingkungan kurang kondusif. beberapa orang Skizofrenia kembali lagi kerumah sakit selain dari malas minum obat problematika dengan tetangga. bahkan ada beberapa seseorang Skizofrenia harus pindah rumah agar menciptakan lingkungan baru dan berharap identitas mereka menjadi baik.

kita sebagai orang normal apa lagi bagian keluarga salah satu pasien Skizofrenia harus

1. jangan tolak orang yang anda cintai "pasien Skizofrenia".
2. pahami bahwa ia tidak bertingkah seperti ini dengan sengaja.
3. akui bahwa anda memiliki prespektif yang berbeda.
4. jangan mengkritiknya karena ia sangat sensitif walau sudah memakai kritikan terhalus sekalipun.
5. dengarkan dengan seksama dan penuh penghargaan.
6. jangan menuduh malas.
7. pahami bahwa otaknya rusak
8. selalu memberikan dorongan bahkan mengantarkan kedokter dan ia tidak sendiri.
9. terkadang merokok baik untuknya namun buruk untuk kesehatanya beberapa gejala negatif dari obat bisa hilang.
10.  carilah seorang psikiater dan atur jadwal teratur.
11. carilah seorang neurolog.
12. jangan terkecoh tindakan manipulatif seorang Skizofrenia.
13. andalkan tim anda.
14. carilah fasilitas rumah sakit terbaik untuk kesembuhan anda.
15. pelajarilah rumah sakit tersebut bisa menggunakan asuransi, BPJS dll.
16. berbicaralah dengan polisi demi keamanan dan kenyamanan.
17. jangan salahkan diri anda sendiri, keluarga, dll.
18. jangan sembunyikan penyakit itu.
19. didiklah diri anda dengan mencari informasi, buku, komunitas Skizofrenia, dll.
20. didiklah orang lain dengan memberikan informasi yang kita miliki.
21. bersiap menghadapi gejala kambuhan.

buku setebal 185 halaman. dengan lampiran informasi tambahan tentang komunitas, panti, dokter, rumahsakit. pekerja sosial. sayangnya bukan di indonesia melainkan di amerika. terdapat tambahan Glosarium yang memudahkan kita memahami istilah-istilah yang digunakan oleh buku ini. 

2 comments:

  1. Pembelajaran yang sangat bermanfaat, dan kita harus banyak belajar,,,

    ReplyDelete
  2. Bukunya menarik. Berapa harganya. Ada tidak ya di gramedia?

    ReplyDelete

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author